Sumbardaily.com, Padang – Pendataan dan verifikasi kerusakan rumah warga akibat bencana banjir, longsor, dan banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) mulai dilakukan secara sistematis. Universitas Andalas (Unand) menurunkan sekitar 400 mahasiswa sebagai enumerator untuk melakukan verifikasi lapangan di berbagai kabupaten dan kota terdampak.
Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memastikan keakuratan data rumah rusak sebagai dasar kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Para mahasiswa tersebut bertugas melakukan pendataan langsung ke lapangan dengan mengacu pada standar dan kriteria teknis yang telah ditetapkan.
Proses verifikasi ini mencakup pengelompokan tingkat kerusakan rumah warga ke dalam kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Data hasil pendataan akan digunakan sebagai rujukan utama dalam penyaluran program perbaikan rumah agar tepat sasaran dan berkeadilan.
Rektor Unand Efa Yonnedi menegaskan bahwa keterlibatan kampus merupakan wujud komitmen UNAND untuk berperan aktif dalam proses pemulihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.
Menurut Efa Yonnedi, keterlibatan mahasiswa sebagai enumerator bukan hanya membantu pemerintah memperoleh data yang valid, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi, katanya, memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
UNAND sebelumnya juga telah berinisiatif membentuk konsorsium perguruan tinggi bersama sejumlah kampus lain.