berita

Pemprov Sumbar Catat Kerugian Bencana Tembus Rp1,76 Triliun

Senin, 8 Desember 2025 | 16:16 WIB
Rumah warga di Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rusak diterjang banjir bandang. (Foto: Agam Media Center)


Sumbardaily.com, Padang – Kerugian akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) sejak 25 November 2025 kini mencapai Rp1,76 triliun. Angka ini dipaparkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar sebagai estimasi terbaru berdasarkan verifikasi Posko Terpadu Kebencanaan, menegaskan luasnya dampak bencana baik terhadap masyarakat maupun infrastruktur vital di 16 kabupaten/kota.





Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa hingga Minggu (7/12/2025) pukul 09.00 WIB tercatat 50 kecamatan terdampak dengan kerusakan signifikan pada permukiman warga, fasilitas publik, sarana prasarana, serta sektor sosial ekonomi.





“Data ini dihimpun dari laporan resmi kabupaten/kota dan telah diverifikasi instansi terkait, sehingga akurasinya dapat dipertanggungjawabkan. Ini gambaran situasi terkini yang akan terus diperbarui setiap hari,” ujarnya dikutip Senin (8/12/2025).





Korban Jiwa dan Warga Terdampak





Jumlah masyarakat terdampak mencapai 247.402 jiwa. Dari total ini, sebanyak 228 orang dilaporkan meninggal, 98 orang masih hilang, 112 mengalami luka-luka, dan 20.604 orang mengungsi.





Arry menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya jumlah korban, terutama di wilayah yang dilanda longsor dan banjir bandang. “Setiap korban adalah kehilangan besar bagi keluarga dan bagi kita semua,” katanya.





Kerusakan Rumah Warga dan Fasilitas Publik





Bencana juga mengakibatkan kerusakan luas pada permukiman. Tercatat 3.831 rumah rusak ringan, 1.032 rumah rusak sedang, 1.572 rumah rusak berat, serta 35.213 rumah terendam. Sebanyak 735 unit rumah dinyatakan hanyut atau hilang.





Sementara itu, sejumlah fasilitas publik turut terdampak, di antaranya 148 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor pemerintahan, dan 338 sekolah. Menurut Arry, pembukaan akses jalan serta pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan keagamaan menjadi fokus percepatan penanganan pemerintah.


Halaman:

Tags

Terkini