berita

Heboh! Satwa Langka Kelinci Belang Sumatera Ditemukan di Gunung Tandikek

Selasa, 29 Juli 2025 | 08:14 WIB
Tim Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera dari Fakultas Biologi UNP berhasil merekam keberadaan Kelinci Belang Sumatera yang langka dan endemik di kawasan Gunung Tandikek. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Tanah Datar – Hutan Gunung Tandikek di kawasan Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, kembali mengungkap kekayaan hayati yang luar biasa. Kali ini, tim Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil menemukan Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netscheri), satwa endemik yang sangat langka dan dilindungi. Penemuan ini menjadi titik tolak penting dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Sumatera Barat (Sumbar).





Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi dunia akademik dalam melestarikan satwa langka tersebut. Dalam acara Pengabdian Masyarakat Departemen Biologi UNP yang digelar di Aula SMP Negeri 3 X Koto, baru-baru ini, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.





“Kami mengucapkan terima kasih kepada UNP atas temuannya yang sangat berharga ini. Kelinci Belang Sumatera merupakan spesies langka dengan habitat alami di hutan vulkanik seperti Gunung Tandikek. Penemuan ini memperkaya data keanekaragaman hayati kita dan membuka peluang lebih luas untuk konservasi,” ujar Fadly.





Ia menambahkan bahwa konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat lokal sangat diperlukan dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa tersebut.





“Kami siap mendukung UNP dan Lembaga Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera untuk upaya pelestarian lingkungan dan keberlangsungan spesies langka seperti kelinci belang ini,” kata Fadly.





Konservasi Melalui Alek Konservasi





Wakil Dekan FMIPA UNP, Prof Yuni Ahda, menjelaskan bahwa penemuan kelinci belang tersebut menjadi bagian dari riset jangka panjang yang dilakukan oleh mahasiswa Biologi UNP. Penelitian ini dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program bertajuk Alek Konservasi yang dilaksanakan bersama pemerintahan Nagari Singgalang.





“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan dan satwa langka. Sinergi seperti ini sangat penting agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Yuni Ahda.


Halaman:

Tags

Terkini