"Kopi ini seperti bahan bakar yang membuat saya tetap terjaga dan siap membantu," tuturnya.
Meski telah menerima Pin Emas, Pak Kobeng menegaskan bahwa penghargaan bukanlah motivasi utamanya.
"Keselamatan dan pemulihan korban bencana jauh lebih berharga dari segala bentuk penghargaan," jelasnya dengan rendah hati.
Eka Saputra memberikan pandangan unik tentang sosok Pak Kobeng. "Beliau adalah contoh langka dalam dunia kerelawanan. Saat orang lain masih ragu untuk turun ke lapangan, Pak Kobeng justru sudah berada di lokasi bencana, siap memberikan bantuan," ujarnya.
"Semangat kerelawanan seperti yang ditunjukkan Pak Kobeng sangat kita butuhkan. Harapannya, kisah beliau dapat memotivasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan," tambah Eka Saputra.
Menanggapi pertanyaan tentang motivasinya yang tetap tinggi di usia senja, Pak Kobeng menyampaikan pesan kepada generasi muda.
"Bencana bukan tontonan di media sosial. Turun langsung ke lapangan dan ulurkan tangan adalah bentuk nyata kepedulian. Setiap bantuan, sekecil apapun, berpotensi menyelamatkan nyawa," tegasnya.
Pengabdian Pak Kobeng membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.