Suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang berusaha membuka sesuatu secara paksa. Namun, warga tersebut tidak langsung memeriksa sumber suara karena kondisi tubuhnya sedang sakit. Selain itu, kejadian berlangsung ketika hari masih dini hari.
Warga baru mendatangi lokasi asal suara pada pagi harinya. Saat memeriksa tempat tersebut, ia mendapati salah satu komponen peralatan EWS Banjir milik BPBD Kota Padang telah hilang.
Keterangan warga itu menjadi salah satu informasi yang dihimpun dalam pemeriksaan kejadian. Meski demikian, waktu pasti kehilangan masih diperkirakan berdasarkan keterangan yang tersedia dan hasil pengecekan di lokasi.
BPBD Padang Laporkan Kehilangan ke Polsek Kuranji
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, turut mendampingi tim CV Anugerah Nuansa Abadi saat melakukan pemeriksaan di lokasi. Ia menegaskan bahwa perangkat EWS Banjir tersebut merupakan aset negara yang mempunyai fungsi penting dalam mendukung sistem peringatan dini bencana.
Ricky juga mendampingi proses pelaporan kejadian tersebut ke Polsek Kuranji. Langkah itu dilakukan agar kehilangan komponen EWS Banjir dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menjelaskan, meskipun peralatan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, statusnya tetap merupakan aset negara yang perlu dijaga bersama. Karena itu, kehilangan salah satu komponennya menjadi perhatian, terutama karena perangkat tersebut berkaitan dengan upaya mitigasi bencana banjir.
EWS Banjir berfungsi mendukung penyampaian peringatan kepada masyarakat ketika terdapat peningkatan debit air sungai yang berpotensi memicu banjir. Informasi peringatan dini dibutuhkan agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah penyelamatan lebih awal.
Hilangnya aki yang berfungsi sebagai sumber daya pemancar sirene berpotensi mengganggu fungsi sistem peringatan dini tersebut. Oleh sebab itu, keberadaan setiap komponen perangkat perlu dijaga agar fasilitas kebencanaan dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat secara optimal.