Sulaman Kapalo Samek Padang Pariaman Tembus Pasar Internasional, Kontrak Rp 400 Juta

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:17 WIB
 Kerajinan Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memperoleh peluang baru untuk menembus pasar internasional setelah meraih kesepakatan kontrak produksi senilai USD 22.000 atau sekitar Rp 400 juta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)
Kerajinan Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memperoleh peluang baru untuk menembus pasar internasional setelah meraih kesepakatan kontrak produksi senilai USD 22.000 atau sekitar Rp 400 juta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)




Anindya menjelaskan, Miumosa tidak hanya mempertimbangkan fungsi dan penampilan ketika mengembangkan sebuah produk. Perusahaan itu juga memperhatikan cerita, nilai budaya, proses pembuatan, serta kekayaan intelektual yang menjadi bagian dari identitas produk.





“Perusahaan kami memosisikan diri sebagai Design-Led Cultural IP Company. Miumosa tidak sekadar menjual barang fungsional, melainkan juga mengangkat kekayaan intelektual, warisan budaya, dan identitas Nusantara yang dituangkan ke dalam produk mode premium,” jelas Anindya.





Dia mengatakan, Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru memiliki daya tarik dari sisi visual sekaligus cerita yang melatarbelakangi pembuatannya. Kerajinan tersebut dikerjakan oleh para perempuan di sebuah kampung di Kabupaten Padang Pariaman dan diwariskan secara turun-temurun.





“Sulaman Kapalo Samek ini indah sekali dan memiliki story behind the product yang kuat. Ada nilai tradisi, ketekunan, dan keterampilan perempuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai inilah yang membuat produk tersebut menarik untuk dikembangkan menjadi bagian dari produk fesyen premium,” tambahnya.





Menurut Anindya, cerita di balik sebuah produk menjadi bagian penting dalam pengembangan fesyen premium. Karena itu, keterampilan para perempuan Pasia Baru, tradisi yang dipertahankan, serta proses pembuatan sulaman menjadi nilai yang dapat memperkuat posisi Sulaman Kapalo Samek di industri kreatif.





Ketertarikan Miumosa juga memperlihatkan bahwa potensi kerajinan tradisional tidak hanya terletak pada produk akhirnya. Identitas budaya, proses penciptaan, dan kisah masyarakat yang menjaga kelestarian warisan tersebut turut menjadi unsur yang dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar.





Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., menyambut positif terjalinnya kerja sama tersebut. Dia menilai kesepakatan ini menjadi tahapan baru bagi Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru untuk memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat posisinya di pasar internasional.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X