Curhat GM Semen Padang FC Pasrah pada Allah di Tengah Tekanan dan Harapan Kembali ke Liga 1

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:09 WIB
GM Semen Padang FC  Deni Sulton. (Foto: Ig Deni Sulton)
GM Semen Padang FC Deni Sulton. (Foto: Ig Deni Sulton)



Di tengah harapan suporter dan perhatian publik, Deni menyadari bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan oleh manajemen. Hasil pertandingan, respons masyarakat, hingga ekspektasi ribuan orang menjadi bagian dari dinamika yang tidak sepenuhnya berada dalam kuasanya.





Ia berusaha mengingatkan dirinya bahwa tugas manajemen adalah memastikan pekerjaan internal dilakukan dengan benar, memperbaiki sistem, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.





"Kita nggak bisa mengontrol kepala dan ekspektasi ribuan orang di luar sana. Yang bisa gue lakukan di dalam manajerial cuma berusaha kerja dengan benar, merapikan sistem sebaik mungkin, dan berharap perlindungan serta rida dari Allah," tulisnya.





Bagi Deni, kesadaran tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadapi tekanan. Ia memilih memusatkan perhatian pada hal-hal yang bisa diperbaiki di dalam organisasi, sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.





Sikap tersebut tidak berarti dirinya mengabaikan harapan suporter. Sebaliknya, ia menyadari besarnya ekspektasi yang menyertai perjalanan Semen Padang FC. Namun, sebagai bagian dari manajemen, ia menilai bahwa profesionalisme harus diwujudkan melalui sistem kerja yang baik dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar mengikuti tekanan dari luar.





Deni juga menyinggung adanya sejumlah persoalan internal yang tidak seluruhnya dapat disampaikan kepada publik. Menurut dia, terdapat batasan mengenai informasi yang bisa dibuka karena tidak semua dinamika di balik layar layak disampaikan secara terbuka.





Meski demikian, ia menegaskan bahwa prinsip profesionalisme tetap menjadi perhatian utama. Deni ingin membangun sistem operasional yang minim kesalahan, transparan, serta memastikan keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan dari sisi korporasi maupun moral.





Tekanan Mengurus Klub Dinilai Lebih Berat daripada Timnas





Dalam tulisannya, Deni turut membandingkan tekanan saat bertugas di Timnas dengan tanggung jawabnya mengelola klub profesional. Ia menilai, pekerjaan di Timnas memiliki periode yang lebih jelas karena berkaitan dengan agenda pertandingan atau turnamen tertentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X