Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan penyampaian informasi mengenai destinasi wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang berkaitan dengan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat setempat.
"Kepulauan Mentawai selama ini memiliki beragam potensi pariwisata, mulai dari keindahan alam tropis, wisata bahari, hingga ombak yang dikenal sebagai salah satu daya tarik selancar berkelas dunia. Selain itu, tradisi masyarakat, kekayaan budaya, serta produk ekonomi kreatif turut menjadi bagian dari identitas daerah tersebut," katanya.
Melalui kegiatan ini, pengunjung diajak mengenal potensi Mentawai dari berbagai sisi. Bandara tidak sekadar berfungsi sebagai tempat transit sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun ketertarikan terhadap destinasi yang ada di Sumatera Barat.
Konsep kegiatan dikembangkan melalui pendekatan See – Know – Try – Feel – Share. Rangkaian tersebut mengajak pengunjung untuk melihat, mengenal, mencoba, merasakan, hingga membagikan pengalaman mereka mengenai Kepulauan Mentawai.
Implementasinya dilakukan melalui sejumlah aktivitas, antara lain pameran (exhibition), pertunjukan seni dan budaya (cultural performance), bercerita (storytelling), pengalaman mencoba kerajinan (craft experience), sajian kuliner bertajuk Taste of Mentawai, diskusi melalui talkshow, serta berbagai kegiatan interaktif lainnya.
"Pengunjung diharapkan tidak hanya mendapatkan informasi mengenai tujuan wisata Mentawai, tetapi juga memahami nilai budaya, kreativitas masyarakat, serta potensi produk lokal yang menjadi bagian dari kekhasan daerah," ujar Dony.
Selain memperkenalkan destinasi wisata, Mentawai Surf and Soul juga membawa misi untuk memperluas promosi produk ekonomi kreatif daerah.
Pelibatan 25 UMKM menjadi langkah untuk mempertemukan produk unggulan lokal dengan calon konsumen dari kalangan pengguna jasa bandara dan wisatawan.