Di tengah pekerjaan tersebut, PLN mengutamakan keselamatan personel maupun warga. Penanganan dilakukan secara cermat dengan menyesuaikan kondisi di setiap lokasi, sehingga pemulihan pasokan tidak mengabaikan potensi bahaya yang masih tersisa setelah banjir.
Meski sebagian besar pelanggan telah kembali mendapatkan listrik, pasokan menuju dua rumah di wilayah Tabing yang mengalami kerusakan berat untuk sementara diisolasi.
Langkah ini dilakukan guna mencegah bahaya kelistrikan sampai kondisi bangunan dan instalasi memungkinkan untuk ditangani lebih lanjut.
“Bagi kami, memastikan listrik kembali menyala harus berjalan seiring dengan memastikan keselamatan masyarakat. Pada rumah yang mengalami kerusakan berat, pasokan listrik sementara kami amankan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan penghuni. Penanganan akan terus kami kawal hingga kondisi di lokasi memungkinkan untuk dilakukan penormalan kembali. Kami ingin masyarakat tidak hanya kembali mendapatkan listrik, tetapi juga merasa aman saat menggunakannya,” ucap Ririn.
Selain memulihkan jaringan listrik, PLN UID Sumbar menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada warga terdampak banjir di Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Bantuan tahap awal yang diberikan berupa 150 porsi makanan siap saji. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga ketika aktivitas rumah tangga belum sepenuhnya kembali normal.
Banjir tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan dan tempat tinggal, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Karena itu, bantuan makanan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama menjalani masa pemulihan.