Jika dirinci berdasarkan jenjang pendidikan, TK menjadi penerima program terbanyak dari 52 sekolah yang telah menandatangani PKS. Sebanyak 33 TK mendapatkan alokasi sekitar Rp 12,8 miliar.
Kemudian terdapat 11 SD dengan nilai anggaran mencapai Rp 11,5 miliar. Sementara itu, sebanyak 8 SMP memperoleh anggaran sekitar Rp 8,1 miliar.
Hamudis menjelaskan, pelaksanaan program revitalisasi saat ini sudah berjalan. Tim terkait terus melakukan verifikasi untuk mengetahui kebutuhan serta kondisi kerusakan fasilitas pada masing-masing sekolah penerima program.
Tahapan verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan setiap satuan pendidikan dapat teridentifikasi secara tepat. Dengan demikian, pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Menurut Hamudis, proses tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena kondisi dan kebutuhan setiap sekolah tidak selalu sama. Hasil verifikasi akan menjadi bagian dari tahapan untuk memastikan revitalisasi dilakukan sesuai sasaran.
Program revitalisasi sekolah di Solok Selatan ini diharapkan dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan memadai bagi peserta didik.
Selain memperbaiki kondisi sarana dan prasarana, program tersebut juga diharapkan dapat menunjang peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Solok Selatan.
Program revitalisasi juga menjadi bagian dari misi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Pemerintah berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkarakter, produktif, dan kompetitif di Kabupaten Solok Selatan. (*)