Rp400 Juta Digelontorkan, 106 Petani Terdampak Bencana Padang Panjang Dapat Bantuan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 23 September 2026 | 12:03 WIB
Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (22/9/2026).  (Foto: Pemko Padang Panjang)
Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (22/9/2026). (Foto: Pemko Padang Panjang)


Sumbardaily.com - Sebanyak 106 petani terdampak bencana di Padang Panjang, Sumatera Barat, mendapat bantuan sarana produksi pertanian dari Pemerintah Kota Padang Panjang. Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu petani kembali berproduksi sekaligus memulihkan ekonomi keluarga setelah bencana.





Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (22/9/2026). Penyerahan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Varia Warvis, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang Mukhlis M.





Dalam sambutannya, Allex mengatakan pemulihan sektor pertanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Pemerintah Kota Padang Panjang kemudian mengalokasikan anggaran Rp400 juta pada 2026 untuk mendukung kebutuhan sarana produksi pertanian bagi petani yang terdampak bencana.





Anggaran tersebut berasal dari dukungan Dana Transfer ke Daerah (TKD). Bantuan yang diserahkan kepada para petani mencakup bibit, pupuk, pestisida, dan plastik mulsa.





“Bantuan ini diberikan kepada 106 petani berupa bibit, pupuk, pestisida dan plastik mulsa, khususnya untuk mendukung komoditas padi dan cabai merah. Ini bagian dari komitmen Pemerintah untuk membantu petani bangkit, kembali berproduksi, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani,” ujar Allex.





Menurut Allex, pemulihan pertanian tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan jumlah produksi. Pengembangan sektor tersebut juga perlu memperhatikan kemampuan petani menghadapi perubahan kondisi, termasuk perubahan iklim dan bencana.





Ia mengatakan pertanian harus dikembangkan agar semakin produktif dan efisien, sekaligus adaptif terhadap perubahan iklim serta bencana. Pengembangan tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah yang berdampak terhadap kesejahteraan petani.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X