Selanjutnya Anggiat Sirait (66) warga Koto Gaek Guguek, menjalani perawatan karena cedera dan dilarikan ke RSUD Arosuka.
Korban lainnya, Yurnalis (45) warga Kayu Aro yang bekerja sebagai honorer di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Solok. Ia mengalami sakit pada tangan sebelah kiri dan kaki setelah dihantam galodo. Penanganan dilakukan menggunakan ambulans Puskesmas Alahan Panjang di depan BPJS.
Khairul mengatakan, bencana juga berdampak langsung terhadap akses transportasi.
"Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur jembatan, tetapi juga memengaruhi akses transportasi dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Jalan dari Kota Padang ke Kabupaten Solok dilaporkan tidak bisa dilalui," kata Khairul.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Solok, Chandra mengatakan, sedikitnya dua akses jalan terputus akibat material longsor.
Chandra mengatakan, longsor terjadi dua kali secara beruntun. Material longsor juga berdampak terhadap kantor instansi pemerintahan dan rumah warga.
"Berdasarkan informasi sementara dari masyarakat, dua kendaraan, yakni mobil boks dan minibus, dilaporkan terjebak material longsor. Untuk korban jiwa belum diketahui. Saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan penelusuran dan kami bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi," ujarnya.
Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Medan cukup berat, listrik padam, hujan masih turun dan jaringan internet mengalami gangguan. Situasi tersebut membuat komunikasi dan koordinasi tim menjadi terbatas.