Menjaga Lamang Tungkek agar Tak Hilang, Sawahlunto Gelar Belajar Bersama

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 17 September 2026 | 17:01 WIB
Lamang tungkek merupakan salah satu makanan khas Talawi yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Sawahlunto.  (Foto: Disparpora Sawahlunto)
Lamang tungkek merupakan salah satu makanan khas Talawi yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Sawahlunto. (Foto: Disparpora Sawahlunto)


Sumbardaily.com - Aroma dan proses pembuatan makanan tradisional menjadi bagian dari upaya menjaga warisan kuliner Kota Sawahlunto. Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Kebudayaan menggelar kegiatan “Belajar Bersama Membuat Lamang Tungkek” di Museum Goedang Ransoem, Rabu (16/9/2026).





Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi peserta untuk belajar membuat lamang tungkek. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu cara mengenalkan kembali makanan khas Talawi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap warisan kuliner tradisional agar tetap dikenal masyarakat dan tidak hilang ditelan zaman.





Lamang tungkek merupakan salah satu makanan khas Talawi yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Sawahlunto. Melalui kegiatan belajar bersama, pengetahuan mengenai proses pembuatannya kembali diperkenalkan kepada para peserta.





Kegiatan tersebut dihadiri Ketua GOW Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan beserta jajaran, ibu-ibu ketua dan anggota organisasi perempuan se-Kota Sawahlunto, para juri, serta tamu undangan lainnya.





Para peserta mendapat kesempatan mengenal proses pembuatan lamang tungkek secara langsung. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarorganisasi perempuan di Kota Sawahlunto.





Ketua GOW Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry, mengapresiasi Dinas Kebudayaan yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.





“Kami atas nama Pemerintah Kota Sawahlunto mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan atas kerja sama dan dukungannya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Kegiatan ini bukan sekadar tentang bagaimana kita belajar membuat sebuah makanan, lebih dari itu kita belajar untuk mengenal, menghargai, memperkenalkan, dan melestarikan warisan kuliner agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Ny. Kemala Jeffry.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X