Bencana Bisa Putus Interaksi Wilayah di Sumbar, Riset UBH Temukan Titik Risikonya

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 10 September 2026 | 11:06 WIB
Ketahanan suatu wilayah menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada ada atau tidaknya jalan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Keberlangsungan hubungan antarpusat kegiatan juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi wilayah ketika jaringan transportasi mengalami gangguan. (Foto: UBH)
Ketahanan suatu wilayah menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada ada atau tidaknya jalan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Keberlangsungan hubungan antarpusat kegiatan juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi wilayah ketika jaringan transportasi mengalami gangguan. (Foto: UBH)




Bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengenali koridor transportasi strategis yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan mitigasi bencana. Identifikasi tersebut penting karena kegagalan pada koridor tertentu dapat memengaruhi aksesibilitas sekaligus hubungan antarwilayah.





Dengan pendekatan tersebut, perencanaan pembangunan infrastruktur tidak hanya diarahkan untuk menambah konektivitas. Aspek redundansi jaringan dan kemampuan sistem transportasi mempertahankan fungsi ketika terjadi gangguan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.





Publikasi ini juga memperkuat kontribusi akademisi Universitas Bung Hatta dalam menghasilkan penelitian yang berkaitan dengan persoalan pembangunan wilayah dan mitigasi bencana di Indonesia. Kajian tersebut membuka ruang pengembangan kebijakan perencanaan wilayah serta infrastruktur yang mempertimbangkan kemampuan sistem menghadapi gangguan.





Dalam konteks yang lebih luas, penelitian mengenai resiliensi struktur ruang regional Sumatera Barat tersebut berkaitan dengan upaya menjaga fungsi wilayah ketika terjadi bencana hidrometeorologi. Keberadaan jaringan transportasi yang tetap mampu mendukung interaksi antarpusat kegiatan menjadi salah satu bagian dalam mempertahankan aktivitas regional.





Penelitian tersebut turut mendukung pencapaian SDG 9 atau Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11 atau Sustainable Cities and Communities, serta SDG 13 atau Climate Action. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan pendekatan analitis yang dapat digunakan untuk membantu strategi adaptasi dan mitigasi terhadap risiko bencana hidrometeorologi.





Publikasi lengkap penelitian dapat diakses melalui artikel Journal of Regional and City Planning berjudul “Stress Testing the Resilience of Regional Spatial Structure to Hydrometeorological Disaster Disruptions: Empirical Evidence from West Sumatra”.





Dengan temuan tersebut, resiliensi struktur ruang regional Sumatera Barat tidak lagi hanya dilihat dari apakah satu wilayah masih memiliki akses menuju wilayah lain. Penelitian Universitas Bung Hatta menunjukkan bahwa kemampuan mempertahankan waktu tempuh, aksesibilitas, konektivitas, serta interaksi hierarkis antarpusat kegiatan menjadi bagian penting ketika jaringan transportasi menghadapi gangguan bencana. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X