Selain ancaman aktivitas erupsi, masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan. Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.
Penggunaan masker ditujukan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Warga Diminta Tak Percaya Hoaks Tsunami
Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang. Badan Geologi mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak memiliki dasar dan beredar di tengah masyarakat.
Lana Saria secara khusus meminta masyarakat tidak mempercayai isu hoaks mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikaitkan dengan potensi tsunami.
"Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu hoaks terkait erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami. Warga diminta beraktivitas normal sambil terus mengikuti arahan BPBD setempat," pinta Lana.
Dengan demikian, masyarakat diminta tetap menjalankan aktivitas normal, tetapi tetap memperhatikan informasi resmi dan arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau menjadi penting untuk diikuti karena kondisi aktivitas vulkaniknya masih dinamis. Masyarakat juga diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.