Ia menilai pengalaman sebagai Paskibraka dapat menjadi bagian dari perjalanan para pelajar untuk mengejar cita-cita mereka pada masa mendatang. Karena itu, prestasi yang sudah diraih diharapkan tidak menjadi titik akhir bagi generasi muda Agam.
"Keberhasilan menjadi Paskibraka hendaknya tidak menjadi titik akhir bagi para generasi muda. Prestasi tersebut harus menjadi bekal untuk terus berkembang dan meraih cita-cita di masa depan," ujarnya.
Selain memberikan apresiasi kepada empat Paskibraka Agam, Pemerintah Kabupaten Agam juga memberikan perhatian kepada Sunaryo. Ia berhasil mencatatkan prestasi pada ajang Penyuluh Pertanian Teladan Wilayah Barat Tingkat Nasional 2026.
Sunaryo berhasil meraih predikat Terbaik I. Prestasi tersebut menjadi pencapaian lain yang turut dibawa Kabupaten Agam dari panggung nasional. Keberhasilan itu juga tidak diperoleh secara singkat karena harus melewati proses seleksi yang panjang serta membutuhkan kerja keras.
Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas capaian Sunaryo. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penyuluh pertanian dari Agam mampu bersaing dengan perwakilan dari wilayah lainnya hingga meraih posisi terbaik.
"Tentu kita sangat bangga dengan Pak Sunaryo yang telah berhasil menjadi salah satu perwakilan dari wilayah Barat. Beliau mendapat penghargaan ini, menjadi suatu prestasi yang tidak dicapai dengan gampang," katanya.
Pemerintah Kabupaten Agam berharap capaian Sunaryo dapat menjadi dorongan bagi penyuluh pertanian lainnya. Prestasi tersebut diharapkan mendorong para penyuluh untuk terus mengembangkan cara kerja yang kreatif serta menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
Keberhasilan empat Paskibraka Agam dan Sunaryo tersebut menjadi bagian dari capaian yang mendapat apresiasi pemerintah daerah. Para pelajar menunjukkan prestasi melalui tugas Paskibraka di tingkat nasional dan provinsi, sementara Sunaryo mencatatkan pencapaian sebagai penyuluh pertanian teladan di tingkat nasional.