Indeks Kesehatan Lamun Sumbar Terungkap, Peneliti Temukan 8 Jenis di 14 Lokasi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:09 WIB
Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta melaksanakan kajian indeks kesehatan ekosistem lamun (seagrass) di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat. (Foto: UBH)
Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta melaksanakan kajian indeks kesehatan ekosistem lamun (seagrass) di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat. (Foto: UBH)



Berdasarkan Peta Lamun yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2025, luas ekosistem lamun di Sumatera Barat mencapai sekitar 3.471,77 hektare. Sebaran lamun terluas berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai.





Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan tim melakukan penelitian untuk memperoleh gambaran mengenai kesehatan ekosistem lamun di kawasan pesisir Sumatera Barat. Penelitian diarahkan untuk menganalisis indeks kesehatan ekosistem lamun sebagai salah satu dasar dalam mengevaluasi kualitas lingkungan perairan.





Suparno menyebut penelitian tersebut memiliki urgensi karena potensi sumber daya lamun di perairan Sumatera Barat cukup besar. Namun, informasi mengenai kondisi kesehatan ekosistem lamun di wilayah tersebut masih terbatas dan belum terintegrasi secara komprehensif.





Keterbatasan informasi itu berlangsung ketika kawasan pesisir menghadapi tekanan akibat perkembangan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.





"Utgensinya adalah potensi sumberdaya lamun yang cukup besar di perairan Sumatera Barat, namun hingga saat ini informasi mengenai kondisi kesehatan ekosistem lamun di kawasan ini masih terbatas dan belum terintegrasi secara komprehensif ditengah-tengah tekanan perkembangan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan penduduk di wilayah pesisir yang terus meningkat," sebutnya.





Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemantauan di 14 lokasi yang tersebar pada empat wilayah, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.





Hasil pengamatan lapangan menemukan delapan jenis lamun di wilayah yang menjadi lokasi penelitian. Jenis tersebut terdiri atas Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Syringodium isoetifolium, Halophila pinifolia, Halophila ovalis dan Halodule uninervis.





Jumlah jenis lamun paling banyak ditemukan di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sementara itu, kawasan yang berada di daratan utama Sumatera, meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang dan Kabupaten Pasaman Barat, hanya ditemukan tiga jenis lamun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X