Menurut Mahyeldi, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian masyarakat Sumatera Barat bersama pemerintah daerah terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Selain itu, bantuan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan para petugas yang berada di lokasi bencana selama beberapa hari ke depan.
“Ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kita sebagai sesama anak bangsa. Kita berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak, sekaligus mendukung para petugas yang berada di lapangan untuk beberapa hari kedepan,” ucapnya.
Rendang dipilih sebagai salah satu jenis bantuan karena makanan khas Sumatera Barat tersebut memiliki daya tahan yang relatif lama. Karakteristik itu dinilai sesuai untuk kebutuhan distribusi pangan dalam kondisi kebencanaan.
Selain dapat disimpan dalam waktu relatif lama, rendang juga dinilai praktis untuk dibawa menuju wilayah yang membutuhkan bantuan. Dengan karakter tersebut, makanan khas Sumbar itu diharapkan dapat segera dikonsumsi oleh masyarakat maupun petugas di lapangan.
“Kita membawa rendang karena makanan ini tahan lama, mudah dibawa dan diharapkan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat maupun petugas di lapangan. Mudah-mudahan bantuan ini memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” ungkap Mahyeldi.
Distribusi bantuan tidak seluruhnya dilakukan melalui jalur darat. Untuk menjangkau Kabupaten Manggarai, BNPB memfasilitasi pengiriman 500 kilogram rendang menggunakan pesawat Susi Air.
Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari proses penyaluran bantuan agar makanan yang dikirim dari Sumatera Barat dapat mencapai wilayah tujuan. Mahyeldi pun menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan dalam proses distribusi tersebut.