Anak Terdampak Bencana di Pariaman Diajak Melukis, Karya Terbaik Dibawa ke Panggung Nasional

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:08 WIB
Kegiatan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8/2026). (Foto: Pemko Pariaman)
Kegiatan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8/2026). (Foto: Pemko Pariaman)



Yota juga mendorong anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut untuk tidak membatasi imajinasi ketika menuangkan gagasan ke dalam lukisan. Ia berharap pengalaman berkesenian yang mereka dapatkan dapat menjadi bagian dari proses membangun keberanian untuk bermimpi.





“Bermainlah, berkaryalah, dan jangan takut bermimpi. Tuangkan semua yang kalian rasakan dan bayangkan ke dalam lukisan. Tidak ada lukisan yang salah. Siapa tahu dari tangan anak-anak yang kita dampingi hari ini, kelak lahir seniman besar, desainer, pelukis, atau animator yang mengharumkan nama Kota Pariaman dan Sumatera Barat,” harapnya.





Sementara itu, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Dadam Mahdar menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi amanat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.





Program tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi seni sekaligus media pemulihan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana.





Dadam mengatakan rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 100 anak sebagai peserta melukis. Para peserta merupakan siswa SD kelas 4 hingga kelas 6 yang berasal dari 42 sekolah negeri dan swasta di empat kecamatan se-Kota Pariaman.





Keempat wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur.





“Program yang berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh 100 anak sebagai peserta melukis. Peserta terdiri dari siswa SD kelas 4–6 dari 42 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pariaman (Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur). Untuk rangkaian kegiatannya antara lain, workshop pengenalan media dan teknik melukis, melukis bersama di atas kanvas, melukis pada media batok kelapa sebagai pemanfaatan bahan lokal yang menanamkan nilai keberlanjutan dan kearifan lokal,” ujarnya.





Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada aktivitas melukis di atas kanvas. Anak-anak juga mendapatkan workshop mengenai pengenalan media dan teknik melukis. Selain itu, mereka diajak menghasilkan karya menggunakan batok kelapa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X