Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Pariaman berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Republik Indonesia menggelar kegiatan "Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak Terdampak Bencana". Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak terdampak bencana untuk menuangkan perasaan, harapan, hingga imajinasi melalui karya seni.
Kegiatan yang dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad itu berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 100 anak dari berbagai sekolah di Kota Pariaman dilibatkan dalam kegiatan yang dirancang tidak hanya untuk mengenalkan seni lukis, tetapi juga mendukung proses pemulihan psikososial anak setelah mengalami dampak bencana.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada Kemen Ekraf RI, para seniman, komunitas, serta seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak di Kota Pariaman.
Menurut Yota, pengalaman bencana dapat meninggalkan luka dan kehilangan yang membekas pada anak. Karena itu, diperlukan ruang yang memungkinkan mereka mengekspresikan pengalaman tersebut dengan cara yang sesuai dengan dunia anak.
“Bencana memang dapat meninggalkan luka, kehilangan, dan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Namun kita percaya bahwa setiap anak memiliki kekuatan untuk bangkit. Hari ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak untuk melukis di atas kanvas, tetapi memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, harapan, imajinasi, dan cita-cita mereka melalui karya seni,” ujarnya.
Ia mengatakan karya yang dihasilkan anak-anak tidak semata-mata dapat dilihat dari sisi keindahan. Sebuah gambar sederhana yang dibuat seorang anak, menurutnya, dapat menyimpan cerita sekaligus harapan mengenai masa depan.
Karena itu, seni dalam kegiatan tersebut dipandang memiliki fungsi lebih luas. Selain menjadi sarana berkarya, seni dapat digunakan sebagai media pemulihan psikologis, edukasi, serta pembentukan karakter generasi muda agar lebih kreatif dan percaya diri.