Sumbardaily.com – Rencana pembangunan Flyover Padang Lua, Kabupaten Agam, menghadapi kendala serius. Proyek yang sebelumnya didorong untuk meningkatkan konektivitas dan mengurai persoalan lalu lintas di kawasan tersebut terancam tidak dilanjutkan karena persoalan pembebasan lahan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam belum mampu menyediakan anggaran untuk membebaskan lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan flyover. Nilai kebutuhan pembebasan lahan tersebut disebut hampir mencapai Rp100 miliar.
Informasi itu disampaikan Andre setelah bertemu Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Pertemuan tersebut turut membahas keberlanjutan rencana pembangunan Flyover Padang Lua.
Andre menyampaikan kabar tersebut sebagai perkembangan yang kurang baik bagi rencana pembangunan infrastruktur di Kabupaten Agam. Menurutnya, kebutuhan anggaran pembebasan lahan menjadi persoalan utama yang membuat proyek tersebut berpotensi berhenti.
"Saya harus memberikan kabar kurang baik. Flyover Padang Lua kemungkinan kita akan berhenti untuk membangun. Karena ternyata dibutuhkan pembebasan lahan yang hampir menghabiskan anggaran Rp 100 miliar," kata Andre dalam keterangannya, dikutip Jumat (14/8/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa pemerintah daerah belum mampu memenuhi kebutuhan anggaran tersebut. "Mohon maaf, ternyata Pemerintah Kabupaten Agam tidak mampu menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan," lanjut Andre.
Sebelumnya, Politisi Partai Gerindra itu mendorong pemerintah pusat agar pembangunan Flyover Padang Lua dapat direalisasikan. Proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki konektivitas sekaligus mengurai persoalan lalu lintas di kawasan Padang Luar.