Sumbardaily.com - Ancaman keselamatan bagi nelayan di perairan Sumatera Barat (Sumbar) meningkat seiring prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter.
Kantor SAR Padang mengeluarkan imbauan agar nelayan meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi kapal tidak mampu menghadapi gelombang tinggi.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG Maritim. Kondisi gelombang sedang hingga tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan.
Informasi BMKG Maritim Teluk Bayur yang dibuat pada 5 Agustus 2026 menyebut prakiraan cuaca maritim berlaku mulai 6 Agustus hingga 9 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat.
Wilayah yang masuk dalam potensi gelombang hingga 2,5 meter meliputi Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, serta Perairan Timur Sipora.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Kantor SAR Padang karena aktivitas nelayan sangat bergantung pada kondisi laut. Nelayan yang menggunakan kapal dengan kapasitas atau ketahanan terbatas terhadap gelombang tinggi diimbau tidak mengambil risiko dengan tetap melaut.
"Langkah pencegahan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut akibat kondisi cuaca buruk. Keselamatan nelayan menjadi pertimbangan utama, terutama ketika kondisi gelombang berada pada kategori sedang hingga tinggi," kata Abdul Malik, Kamis (6/8/2026) siang.