Sumbardaily.com – Penelitian terbaru yang dilakukan dosen Departemen Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Dr Roni Pazla, mengungkap potensi besar dua komoditas lokal Indonesia, yakni gambir (Uncaria gambir) dan buah mangrove (Sonneratia alba), sebagai bahan aditif pakan alami.
Hasil penelitian menunjukkan kombinasi keduanya berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan protein pada ternak ruminansia sekaligus menekan produksi gas metana tanpa mengganggu proses fermentasi di dalam rumen.
Temuan tersebut menjadi sorotan karena memanfaatkan kekayaan hayati lokal Indonesia untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yakni meningkatkan kualitas pakan ternak dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan.
Roni Pazla menjelaskan, ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba bergantung pada aktivitas mikroorganisme di dalam rumen untuk mencerna hijauan dan berbagai jenis pakan berserat. Namun, proses fermentasi yang berlangsung secara alami di dalam rumen sering kali menyebabkan protein pakan terurai terlalu cepat menjadi amonia.
Akibatnya, sebagian nitrogen tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ternak dan akhirnya terbuang. Selain itu, proses fermentasi juga menghasilkan gas metana yang tidak hanya mengurangi efisiensi pemanfaatan energi dari pakan, tetapi juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.
Untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, penelitian dilakukan melalui uji laboratorium menggunakan cairan rumen atau metode in vitro. Dalam penelitian itu, tim mengevaluasi kombinasi ekstrak gambir dan ekstrak buah mangrove sebagai sumber tanin alami.
"Tanin diketahui mampu melindungi protein agar tidak cepat terdegradasi di rumen serta memengaruhi aktivitas mikroorganisme penghasil metana apabila diberikan pada dosis yang tepat," ungkap Roni Pazla, dikutip Kamis (30/7/2026).