BGN Tangguhkan 833 SPPG dan Sanksi Ratusan Pegawai, Program MBG Diperketat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 29 Juli 2026 | 07:05 WIB
Aktivitas salah satu dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)
Aktivitas salah satu dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian sanksi kepada pegawai yang melakukan pelanggaran serta penghentian sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar operasional.





Kebijakan itu menjadi bagian dari komitmen Kepala BGN, Sudaryono atau yang akrab disapa Pak Dar, dalam membangun penyelenggaraan Program MBG yang bersih, akuntabel, serta berintegritas. Langkah tersebut juga menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam program wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan.





Dalam konferensi pers di Jakarta, Pak Dar menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap seluruh bentuk pelanggaran, baik yang dilakukan pegawai internal maupun pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG.





"Hari ini kami mengumumkan langkah-langkah pembenahan yang telah kami lakukan. Kami menangguhkan 261 pegawai non-ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin, memproses sembilan kasus pelanggaran berat yang melibatkan ASN dan PPPK, serta memberikan sanksi administratif terhadap 39 kasus pelanggaran ringan," ujar Pak Dar di Jakarta, Senin (27/7).





Selain melakukan penindakan terhadap sumber daya manusia, BGN juga menghentikan sementara operasional 833 SPPG yang dinilai belum memenuhi standar operasional. Penangguhan tersebut tersebar di berbagai wilayah, yakni 98 SPPG di Wilayah I yang meliputi Sumatra, 311 SPPG di Wilayah II yang mencakup Jawa dan Madura, serta 424 SPPG di Wilayah III.





Menurut Pak Dar, keputusan menghentikan sementara operasional SPPG didasarkan pada berbagai hasil temuan di lapangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan belum terpenuhinya standar kebersihan dan sanitasi, kualitas makanan yang tidak sesuai ketentuan, hingga fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi persyaratan.





"SPPG yang ditangguhkan benar-benar dihentikan operasionalnya sampai memenuhi standar yang telah ditetapkan. Berbeda dengan sebelumnya, dapur yang ditangguhkan tidak lagi menerima pembayaran. Ini adalah bentuk ketegasan kami dalam menjaga kualitas Program MBG," tegasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X