Satu Event Satu Nagari, Tradisi Manjopuk Sumando di Payakumbuh Jadi Wisata Edukasi Budaya

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 6 Juli 2026 | 12:03 WIB
Acara manjapuk sumando berlangsung di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu (28/6/2026)
Acara manjapuk sumando berlangsung di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu (28/6/2026)


Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat Minangkabau dengan menjadikan tradisi lokal sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, tradisi Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan diangkat menjadi wisata edukasi budaya yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.





Kegiatan bertema "Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan" tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman yang hadir mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta. Acara berlangsung di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu (28/6/2026).





Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh Dt. Parmato Alam, Dt. Mantiko Alam, jajaran KAN Limbukan, Bundo Kanduang, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.





Dalam sambutannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari Kalender Event Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Payakumbuh. Program itu merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang berangkat dari kekayaan tradisi di setiap nagari.





Menurutnya, setiap nagari memiliki kekhasan adat yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga dapat menjadi identitas daerah sekaligus menarik minat wisatawan.





"Melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya seperti prosesi Manjopuk Sumando, tetapi juga menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Elzadaswarman.





Ia menjelaskan, posisi Kota Payakumbuh sebagai daerah perlintasan membuat arus modernisasi berkembang sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Minangkabau.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X