Sumbardaily.com – Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Akses jalan di kawasan Lembah Anai yang menjadi jalur penghubung utama Padang–Bukittinggi kini telah dibuka penuh selama 24 jam untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Seiring dengan dibukanya kembali akses tersebut, progres penanganan pascabencana yang dilakukan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) juga telah mencapai 73 persen hingga akhir Mei 2026.
Pembukaan akses secara penuh menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses pemulihan kawasan Lembah Anai yang sempat terdampak bencana. Jalur ini memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi antara Kota Padang dan Bukittinggi.
PT Hutama Karya Infrastruktur mencatat sejumlah pekerjaan utama telah berhasil diselesaikan dalam proses penanganan tersebut. Beberapa pekerjaan yang telah rampung meliputi pengalihan aliran air, normalisasi sungai, perlindungan badan jalan, pekerjaan borepile di sejumlah titik terdampak, penimbunan badan jalan, perkuatan lereng, pembangunan saluran, serta proteksi pondasi Jembatan Margayasa.
Dengan selesainya berbagai pekerjaan utama tersebut, fokus pengerjaan kini diarahkan pada penyelesaian berbagai struktur pendukung yang masih tersisa. Tahapan lanjutan mencakup penanganan lereng, perkerasan jalan, pembangunan saluran, pekerjaan pengaman jalan, hingga pengaspalan menggunakan hotmix.
Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur, Resnu Aditya Wuladarman, mengatakan pihaknya terus mempercepat proses penyelesaian proyek dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Menurut Resnu, seluruh tahapan yang sedang berjalan dilakukan secara terukur agar hasil yang dicapai tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“HKI terus berupaya mempercepat penyelesaian penanganan Lembah Anai dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan telah selesainya sejumlah pekerjaan utama, HKI kini fokus melanjutkan penyelesaian 20 titik pengerjaan dengan scope pengerjaan seperti, struktur pendukung, penanganan lereng, perkerasan jalan, saluran, pekerjaan pengaman jalan serta pekerjaan aspal hotmix,” ujar Resnu, dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).