Sumbardaily.com - Rangkaian acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 kembali menarik perhatian masyarakat. Salah satu prosesi penting dalam tradisi Tabuik, yakni Manabang Batang Pisang atau menebang batang pisang, tahun ini hadir dengan sejumlah perbedaan dibanding pelaksanaan sebelumnya.
Perubahan tersebut terutama terlihat pada lokasi dan waktu pelaksanaan prosesi yang menjadi bagian dari tahapan pembuatan Tabuik. Tradisi Manabang Batang Pisang sendiri memiliki makna simbolis yang erat kaitannya dengan sejarah Perang Karbala.
Dalam tradisi Tabuik, menebang batang pisang dengan satu kali tebasan melambangkan ketajaman pedang pasukan musuh Allah SWT, Raja Yazid Bin Umaiyah, yang digunakan untuk memenggal kepala Husein Bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa Karbala.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menjelaskan bahwa terdapat perubahan pelaksanaan prosesi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Perbedaan prosesi manabang batang pisang ini terletak pada lokasi menebang dan waktu dilaksanakannya. Sebelumnya lokasi manabang batang pisang untuk tabuik pasa bertempat di Kelurahan Alai Gelombang dan lokasi tabuik subarang bertempat di Kelurahan Lohong,” kata Ferialdi dilansir keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, pada pelaksanaan tahun 2026, lokasi prosesi dipindahkan ke rumah tabuik masing-masing dengan pola yang berbeda dari tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2026 lokasi tabuik tersebut kita geser di rumah tabuik masing-masing, manabang batang pisang untuk tabuik pasa dilaksanakan di rumah tabuik subarang setelah melaksanakan sholat ashar, dan manabang batang pisang tabuik subarang dilaksanakan di rumah tabuik pasa setelah sholat maghrib dilaksanakan, jadi disitulah letak perbedaannya dengan tahun lalu,” ungkapnya.