Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 12 Juni 2026 | 12:12 WIB
Pemerintah daerah pun memastikan akan segera mengambil langkah untuk menghentikan penggunaan rakit tersebut setelah proses normalisasi kawasan terdampak selesai dilakukan. Sebagai gantinya, akses darurat akan disiapkan guna menjamin mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)
Pemerintah daerah pun memastikan akan segera mengambil langkah untuk menghentikan penggunaan rakit tersebut setelah proses normalisasi kawasan terdampak selesai dilakukan. Sebagai gantinya, akses darurat akan disiapkan guna menjamin mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)


Sumbardaily.com - Robohnya Jembatan Anduriang akibat bencana hidrometeorologi dan banjir bandang memaksa ribuan warga mencari cara alternatif untuk melintasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.





Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat terpaksa memanfaatkan rakit sederhana yang dibuat dari tong oli bekas untuk menyeberang karena akses transportasi utama terputus.





Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain tidak dirancang sebagai sarana transportasi yang aman, penggunaan rakit dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan warga maupun petugas yang mengoperasikannya.





Pemerintah daerah pun memastikan akan segera mengambil langkah untuk menghentikan penggunaan rakit tersebut setelah proses normalisasi kawasan terdampak selesai dilakukan. Sebagai gantinya, akses darurat akan disiapkan guna menjamin mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai.





Pernyataan tegas terkait hal itu disampaikan oleh El Abdes. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengutamakan keselamatan masyarakat dalam penanganan dampak robohnya Jembatan Anduriang.





“Pada prinsipnya, Bapak Bupati meminta agar rakit ini tidak ada lagi. Karena secara keselamatan sangat berisiko, baik bagi petugas maupun masyarakat yang menggunakannya. Jangan sampai kembali terjadi insiden warga hanyut saat melintas,” tegas El Abdes dilansir resmi Jumat (12/6/2026).





Menurutnya, keberadaan rakit hanya menjadi solusi sementara di tengah kondisi darurat pascabencana. Namun dalam jangka panjang, penggunaan sarana tersebut tidak dapat dipertahankan karena tidak memenuhi standar keamanan transportasi penyeberangan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X