Gubernur Sumbar Mahyeldi Tinjau Tambang Emas Ilegal Sijunjung Usai Longsor Tewaskan 9 Penambang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 13:05 WIB
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung meninjau lokasi tambang ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Selasa (19/5/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung meninjau lokasi tambang ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Selasa (19/5/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)


Sumbardaily.com - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Sijunjung kembali menjadi sorotan setelah longsor maut menewaskan sembilan penambang. Menyusul tragedi tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung meninjau lokasi tambang ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Selasa (19/5/2026).





Dalam kunjungan itu, Mahyeldi didampingi Wakil Bupati Sijunjung serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Di lokasi, gubernur menyaksikan langsung aktivitas tambang emas yang masih beroperasi menggunakan ratusan box talang di atas ponton di sepanjang aliran sungai.





Kondisi tersebut memperlihatkan aktivitas tambang ilegal masih berlangsung masif di wilayah Sijunjung, meski rentetan kecelakaan tambang telah berulang kali terjadi dan memakan korban jiwa.





Saat berada di lokasi, Mahyeldi berdialog langsung dengan para penambang. Ia menanyakan legalitas aktivitas pertambangan yang mereka lakukan sekaligus mengingatkan pentingnya pengurusan izin tambang rakyat.





“Kalau belum punya izin, segera urus izinnya. Pemerintah sudah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kita dorong penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan sesuai aturan,” tegas Mahyeldi di hadapan para penambang.





Mahyeldi menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat mencari nafkah melalui aktivitas pertambangan. Namun, menurutnya, keselamatan pekerja dan dampak lingkungan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.





“Kita tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang membahayakan diri sendiri dan merusak lingkungan,” ujar Mahyeldi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X