Reza menjelaskan bahwa ide Satria berangkat dari kebutuhan memperbaiki proses pemeriksaan locking plate pada as roda gerbong, salah satu komponen vital yang menentukan keamanan perjalanan kereta.
Q-Lock, modifikasi yang dikembangkan melalui inovasi tersebut memberikan kecepatan kerja yang lebih terukur, meningkatkan akurasi pemasangan, serta mengurangi potensi kesalahan teknis. Efisiensi itu sekaligus memperbaiki produktivitas tenaga pemeriksa di depo.
“Inovasi ini menjadi pembuktian bahwa kreativitas teknis di Divre II Sumbar terus bertumbuh. Upaya Satria dan tim tidak hanya meningkatkan mutu perawatan, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan yang menjadi prioritas utama KAI,” ujar Reza.
Menurut dia, pencapaian ini memberi dorongan moral bagi seluruh pegawai KAI di Divre II Sumbar untuk terus menghasilkan terobosan yang berdampak nyata pada layanan dan operasional.
Dengan lebih dari 200 perusahaan berpartisipasi pada TKMPN tahun ini, penghargaan Platinum menjadi bukti bahwa KAI Divre II Sumbar mampu bersaing secara nasional melalui inovasi berbasis kebutuhan lapangan.
Reza menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen memberikan ruang lebih luas bagi setiap pegawai untuk melakukan improvement di unit kerjanya.
Program peningkatan kompetensi dan pembinaan internal akan terus diperkuat agar gagasan kreatif dapat berkembang menjadi solusi yang bermanfaat bagi perusahaan maupun publik.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Divre II Sumbar, tetapi juga bagian dari upaya memperkokoh kultur mutu di seluruh lini. Kami berharap capaian ini menjadi pemantik lahirnya inovasi lain yang semakin relevan dengan tantangan operasional di masa depan,” katanya.