Sampah Menumpuk, Pantai Gondoriah Dibersihkan Usai Tabuik

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 8 Juli 2025 | 13:25 WIB
Aksi Bersih Pantai digelar Pemko Pariaman usai Hoyak Tabuik. (Foto: Kominfo Pariaman)
Aksi Bersih Pantai digelar Pemko Pariaman usai Hoyak Tabuik. (Foto: Kominfo Pariaman)


Sumbardaily.com, Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar Aksi Bersih Pantai di kawasan wisata Pantai Gondoriah, sehari setelah rangkaian acara Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025 berakhir. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menjaga daya tarik wisata bahari andalan di daerah tersebut.





Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemko Pariaman bersama petugas dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH), turun langsung membersihkan area pantai. Mereka memunguti berbagai jenis sampah yang berserakan—mulai dari plastik, sisa makanan, hingga limbah organik lainnya.





Kegiatan bersih pantai ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh unsur birokrasi kota, termasuk asisten daerah, staf ahli, kepala dinas dan badan, camat, lurah, hingga tenaga honorer. Semua turun ke lapangan dalam semangat gotong royong untuk memastikan Pantai Gondoriah kembali bersih setelah sebelumnya dipadati pengunjung dalam festival budaya tahunan yang ikonik itu.





Wali Kota Pariaman, Yota Balad, memimpin langsung pelaksanaan kegiatan ini. Dalam keterangannya kepada wartawan saat meninjau lokasi, ia mengungkapkan bahwa aksi cepat tersebut dilakukan agar citra wisata Pariaman tidak tercoreng akibat tumpukan sampah pasca acara besar.





"Acara Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman kemarin berjalan sukses dan dihadiri ribuan pengunjung. Namun, seperti biasa, keramaian itu menyisakan banyak sampah. Maka dari itu, hari ini kami kerahkan seluruh ASN untuk bergotong royong membersihkannya," tutur Yota.





Menurut Yota, jika sampah yang menumpuk tidak segera dibersihkan, hal tersebut dapat berdampak pada kunjungan wisatawan. Kebersihan, kenyamanan, dan estetika pantai menjadi faktor penting yang memengaruhi pengalaman pengunjung.





"Tumpukan sampah tentu mengganggu pemandangan dan bisa menimbulkan bau tidak sedap. Ini tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga bisa menurunkan daya tarik wisata Kota Pariaman. Oleh karena itu, kami tidak menunda-nunda untuk membersihkannya," jelasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X