Rosniati (75), salah satu tetangga pelaku, mengatakan bahwa Wanda dikenal sebagai pribadi yang sopan dan tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan. Ia bahkan menyebut Wanda sebagai anak yang paling ramah di antara saudara-saudaranya.
"Dia selalu menyapa kalau bertemu. Sopan sekali. Dari semua saudaranya, dia yang paling santun. Kami tidak pernah menduga bahwa dia bisa melakukan hal seperti ini," ujar Rosniati.
Menurut Rosniati, Wanda bekerja sebagai satpam di salah satu pabrik bata ringan di daerah itu. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi sumur yang kini menjadi tempat pencarian jasad dua korban lainnya.
"Sejak air PDAM masuk ke sini, sumur itu memang sudah tidak dipakai lagi," tuturnya.
Hingga kini, proses pembongkaran sumur masih berlangsung. Aparat kepolisian masih terus menggali informasi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dalam kasus pembunuhan berantai ini. (wan/red)