opini

Gubernur Lemhanas Republik Indonesia Menaburkan Nalar Kritis yang Santun untuk Merawat Kebangsaan

Minggu, 20 September 2026 | 19:01 WIB
Tenaga Ahli Pemko Padang, Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan. (Dok. Sumbar Daily)



Tanpa keterampilan berpikir strategis ini, perguruan tinggi hanya akan mencetak "komentator zaman", bukan "arsitek masa depan".





Kemampuan analitis inilah yang akan mengubah peran pemuda dari sekadar pengguna perubahan yang pasif menjadi penentu arah peradaban.






  1. Geokultural Sumatera Barat: Merawat Adat Basandi Syarak dalam Bingkai Kebangsaan





Salah satu poin paling mengesankan dari kuliah umum ini adalah kepekaan Ace Hasan terhadap lokalitas. Ia mengangkat kearifan lokal Sumatera Barat sebagai contoh nyata dari Kesadaran Geokultural.





Filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dinilai sebagai contoh kepiawaian bagaimana nilai identitas lokal, adat, dan keagamaan bisa berjalan beriringan tanpa harus kehilangan orientasi kebangsaan.





Perspektif geokultur ini mengingatkan kita bahwa ketahanan nasional tidak melulu soal angkat senjata, melainkan bagaimana sejarah, agama, bahasa, dan tradisi lokal mampu membentuk perilaku politik yang kokoh dan menjadi energi integrasi, bukan pemisah.






  • Lima Pesan untuk Masa Depan: Kompas Menuju Indonesia Emas 2045





Sebagai penutup yang solutif, Gubernur Lemhannas menitipkan lima pesan kunci bagi civitas akademika UIN Imam Bonjol sebagai pedoman merawat politik kebangsaan:






  1. Rawat Nalar Kritis Yang Santun: Uji setiap informasi yang masuk. Gunakan kebebasan berpikir yang disertai dengan tanggung jawab kebangsaan.




  2. Bangun Kesadaran Geokultural: Kenali Indonesia bukan sekadar dari garis-garis di peta, tetapi pahami manusia, rasa dan ragam budayanya.




  3. Jadikan Empat Konsensus Dasar sebagai Kompas Moral: Tempatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jangkar di tengah badai ideologi global.




  4. Miliki Wawasan Nusantara dan Kesadaran Geopolitik: Mampu membaca posisi strategis Indonesia secara mandiri dalam konstalasi regional maupun global.




  5. Jadilah Pemimpin Berwatak Negarawan. Pemimpin yang berpikir komprehensif, holistik, adaptif, visioner, dan mampu membangun kolaborasi lintas unsur.





Kesimpulan





Gagasan yang dilemparkan Ace Hasan di UIN Imam Bonjol Padang merupakan sebuah ajakan reflektif yang sangat segar.

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB