opini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi Pendakian Gunung (Foto: Indonesia 360 Derajat)



Itu baru terjadi di satu gunung dan dalam satu periode liburan. Bayangkan apabila tujuh gunung favorit di Sumatera Barat dikelola secara profesional, dipromosikan secara berkelanjutan, serta didukung infrastruktur dan pelayanan yang baik. Sangat mungkin nilai perputaran ekonomi wisata pendakian mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun. Potensi itu nyata. Tinggal bagaimana kita mengelolanya.





Saatnya Berbenah





Sudah saatnya para pemangku kepentingan memandang gunung bukan hanya sebagai bentang alam, melainkan sebagai aset ekonomi daerah yang harus dijaga dan dikembangkan.
Pemerintah daerah, pemerintah nagari, pengelola kawasan konservasi, pelaku usaha, komunitas pecinta alam, dan masyarakat perlu duduk bersama membangun ekosistem mountaineering tourism yang profesional.





Standar keselamatan harus diperkuat. Jalur pendakian perlu ditata. Rambu dan informasi harus diperbanyak. Sistem registrasi dapat didigitalisasi. Pemandu dan porter perlu mendapatkan sertifikasi kompetensi. Tim pencarian dan penyelamatan (search and rescue) harus diperkuat. Promosi wisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan.





Rinjani telah membuktikan bahwa wisata pendakian mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kilimanjaro bahkan menjadi tulang punggung ekonomi pariwisata Tanzania. Tidak ada alasan Sumbar tidak mampu melakukan hal yang sama.





Apalagi daerah ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa melalui tujuh gunung utama yang kini dikenal luas lewat program Seven Summit West Sumatera. Sago (2.272 mdpl), Tandikek (2.438 Mdpl), Talang (2.597 mdpl), Singgalang (2.877 mdpl), Marapi (2.891 mdpl), Talamau (2.982 mdpl) dan Kerinci (3.805 mdpl).





Gunung gunung itu akan tetap berdiri kokoh hingga ratusan bahkan ribuan tahun mendatang. Pertanyaannya, apakah kita hanya akan memandanginya sebagai panorama, atau menjadikannya sumber kesejahteraan yang dikelola secara bijaksana?





Diujung kata, gunung bukan hanya tempat untuk menaklukkan puncak. Gunung adalah tempat membangun masa depan ekonomi masyarakat, selama manusia mampu menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan kemajuan pariwisata. (*)





Penulis: Two Efly (Wartawan Ekonomi/Penulis Buku Seven Summit West Sumatra)

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB