Pentingnya Pendidikan Pra-Nikah
Pemerintah, KUA, dan lembaga pendidikan perlu menyediakan mata kuliah atau modul pra-nikah yang membahas hak, kewajiban, manajemen konflik, keuangan, parenting, dan etika rumah tangga.
Bila perlu beberapa bulan sebelum menikah berturut-turut diadakan pertemuan dan diberikan materi khusus terkait pernikahan, parenting dan lainnya.
Dengan bekal ilmu ini, nikah muda tidak lagi sekadar viral di media sosial atau keputusan emosional, tapi pilihan yang bertanggung jawab dan sesuai syariat.
Menikah adalah tanggung jawab seumur hidup. Cinta dan romantisme hanya awal; yang menentukan keberhasilan adalah ilmu, kesiapan mental, dan doa.
Pasangan muda yang mempersiapkan diri dengan matang akan membangun rumah tangga harmonis, menjadikan pernikahan ibadah yang membawa berkah, dan bukan sekadar ritual sosial atau ajang tampil cantik di hari pernikahan.
Menurut saya, calon pengantin muda sebaiknya menekankan ilmu, bukan hanya penampilan. Menikah dengan kesiapan akan memudahkan mereka menghadapi konflik, menjaga keuangan, mendidik anak, dan memelihara kasih sayang seumur hidup.
Kesimpulan
Nikah muda bukan persoalan usia semata, tapi kesiapan ilmu, mental, dan iman. Dengan memahami hak dan kewajiban serta menyiapkan diri melalui pendidikan pra-nikah, calon pengantin dapat menjadikan pernikahan ibadah penuh berkah, membangun keluarga harmonis yang kuat, dan menyiapkan anak-anak tumbuh dalam kasih sayang dan ketenangan.