Untuk meningkatkan kedekatan dengan audiens, pemilik Jajanan Naysa aktif memanfaatkan fitur interaktif di Instagram, seperti polling, Q&A, hingga giveaway kecil-kecilan. Ia juga kerap membuat video singkat tentang proses pembuatan kue. Konten semacam ini memberi kesan transparan sekaligus menekankan aspek kebersihan dan kualitas produk.
Meski jumlah pengikut akun Instagram @jualan_naysa masih sekitar puluhan, interaksi dengan pelanggan tetap terjaga berkat konsistensi unggahan dan respons yang cepat terhadap pertanyaan pembeli.
Tantangan dan Harapan
Meski memiliki potensi besar, usaha ini tentu menghadapi berbagai tantangan. Persaingan dengan banyak UMKM kuliner lain di Padang serta keterbatasan jumlah pengikut di media sosial membuat brand ini harus lebih kreatif dalam promosi. Namun, peluang masih terbuka lebar.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain bekerja sama dengan influencer kampus untuk memperluas jangkauan promosi, membuat paket hemat khusus anak kos, atau menyediakan layanan pre-order untuk acara kampus. Dengan cara ini, Jajanan Naysa tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga hadir lebih dekat dalam keseharian mahasiswa.
Kesimpulan
Jajanan Naysa adalah bukti bahwa keterbatasan waktu dan sumber daya bukanlah hambatan untuk memulai usaha. Dengan ketekunan, kreativitas, dan pemanfaatan media sosial yang tepat, brand ini mampu menjangkau konsumen muda sekaligus memperkuat identitasnya sebagai UMKM homemade. Jika dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin produk ini akan semakin dikenal dan menjadi pilihan favorit di kalangan mahasiswa. (*)