Tatapannya kosong ke arah tribun ketika adu penalti berlanjut hingga akhirnya Chile memastikan diri sebagai juara.
Sesudah perayaan Chile dimulai, Messi berjalan perlahan menuju bangku cadangan yang telah kosong. Ia duduk seorang diri dan seolah tidak ingin ada siapa pun yang mendekatinya. Kekecewaan yang ia rasakan begitu besar hingga sulit menerima kenyataan bahwa Argentina kembali gagal di partai puncak.
Setelah pertandingan selesai, Messi keluar dari ruang ganti dengan langkah yang berat. Saat itu ia baru saja mengalami kekalahan keempat di final bersama tim nasional, yakni pada Copa America 2007, Piala Dunia 2014, Copa America 2015, serta Copa America Centenario 2016.
Di tengah suasana tersebut, ia melontarkan pernyataan yang kemudian mengguncang dunia sepak bola.
"Ini tidak terjadi. Kami sudah mencoba dan itu saja. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah bahwa semuanya sudah berakhir, perjalanan saya bersama tim nasional sudah selesai."
Ucapan tersebut membuat banyak pihak percaya bahwa perjalanan Messi bersama Argentina benar-benar telah berakhir.
Padahal, stadion yang menjadi saksi kesedihan mendalam pada 2016 itu pula yang sepuluh tahun kemudian menghadirkan salah satu penghormatan paling emosional sepanjang karier internasionalnya.