Sumbardaily.com – Hubungan antara Lionel Messi dan para pendukung Argentina kembali menunjukkan makna yang jauh melampaui kemenangan maupun trofi. Sesaat setelah La Albiceleste harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 sebagai runner-up, sorotan publik justru tertuju pada momen penuh emosi yang tercipta di tribun New York New Jersey Stadium.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, ribuan suporter memilih mengiringi sang kapten dengan nyanyian dan penghormatan yang menggambarkan ikatan istimewa yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Ketika upacara penyerahan trofi segera dimulai, perhatian sebagian besar penonton tidak hanya tertuju kepada para juara. Kamera-kamera telepon genggam justru mengarah ke sisi belakang gawang, lokasi berkumpulnya mayoritas pendukung Argentina yang terus bernyanyi tanpa henti.
Lagu yang mereka lantunkan menggema memenuhi stadion, menyampaikan rasa cinta kepada negara dan tim nasional yang tidak luntur meski kekalahan baru saja mereka rasakan.
Di tengah suasana tersebut, Lionel Messi menjadi salah satu pemain pertama yang menoleh ke arah tribun usai menerima medali runner-up. Ia berdiri tanpa mengenakan sepatu, hanya berbalut kaus kaki, sementara kedua tangannya terlipat di belakang punggung.
Sang kapten memilih menikmati setiap detik momen tersebut sembari membiarkan emosinya mengalir bersama rekan-rekan setim yang mengelilinginya.
Pemandangan itu menjadi kontras dengan pengalaman-pengalaman pahit yang pernah dialaminya bersama tim nasional. Kali ini, para pendukung Argentina tidak menunjukkan kemarahan ataupun tuntutan.