"Saya ingat membawa sekitar 50 anggota keluarga saya dari New Caledonia. Mereka bukan hanya menonton Piala Dunia, tetapi benar-benar merasakan atmosfernya secara langsung. Mereka pergi ke stadion, hotel, bahkan ke pusat latihan tim Prancis di Clairefontaine," kenangnya.
Untuk memastikan seluruh keluarganya dapat mengikuti perjalanan tim nasional Prancis selama turnamen, Karembeu bahkan menyewa sebuah bus khusus. Bus itu digunakan agar anggota keluarganya bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, mulai dari stadion, hotel tempat tim menginap, hingga pusat latihan Les Bleus di Clairefontaine.
Menurut Karembeu, pengalaman tersebut jauh lebih berarti daripada sekadar menyaksikan pertandingan. Ia merasa bangga dapat memperlihatkan secara langsung kepada keluarga bagaimana kehidupan seorang atlet elite ketika tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia.
"Saya menyewa sebuah bus agar mereka bisa mengikuti kami ke mana pun kami pergi. Saya tahu itu menjadi pengalaman luar biasa bagi seluruh keluarga saya dan menjadi juara dunia adalah pelengkap sempurnanya. Semua anggota keluarga saya pulang dengan kenangan yang tak terlupakan," ujar Karembeu.
Baginya, keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia memang merupakan pencapaian tertinggi bagi setiap pesepak bola. Namun, dapat berbagi pengalaman tersebut bersama keluarga menjadi kenangan yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan penghargaan apa pun.
"Performa dan trofi memang bagian dari kehidupan seorang atlet elite, tetapi bisa menunjukkan kepada orang-orang terdekat saya tentang seperti apa Piala Dunia sebenarnya, itulah kenangan terbesar saya. Menjuarai Piala Dunia adalah puncak karier bagi setiap pemain, tetapi memiliki keluarga saya bersama saya di Prancis adalah kenangan yang akan selalu saya simpan selamanya," katanya.
Meski Prancis berhasil mengalahkan Brasil 3-0 pada partai final dan berpesta merayakan gelar juara dunia pertama, Karembeu mengaku sempat mengalami kepanikan beberapa saat setelah pertandingan berakhir.