Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, peluang Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi semakin menipis. Meski demikian, tim tetap berkomitmen untuk berjuang hingga akhir musim.
“Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun saya punya tanggung jawab pada kondisi apapun itu. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” tegas Imran.
Ia juga menegaskan bahwa jadwal padat bukan alasan atas hasil yang diraih.
“Kelelahan karena jadwal yang ketat tidak bisa dijadikan alasan. Madura United dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas,” pungkasnya.
Empat pertandingan tersisa kini menjadi penentu nasib Kabau Sirah di kompetisi musim ini, di tengah tekanan besar yang datang dari berbagai arah. (*)