Terkait isu yang mengaitkan dirinya dengan pencalonan Wali Kota Padang, Braditi Moulevey menegaskan bahwa hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan perannya saat ini di klub.
“Dan ini semua tidak ada hubungannya dengan pencalonan Wali Kota Padang. Terkait dengan pencalonan Wali Kota Padang itu masih jauh dan saya tidak ada menyatakan diri bahwa saya akan maju sebagai Wali Kota, silakan dicek di berita manapun,” katanya.
Ia menambahkan bahwa langkahnya menyampaikan pernyataan di media sosial semata-mata merupakan bentuk tanggung jawab moral ketika tim berada dalam kondisi sulit.
“Saya hanya melakukan apa tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada saya, itu yang saya lakukan, ini bukti tanggungjawab saya, saya yang berani memberikan pernyataan ataupun status di media sosial ketika tim tidak lagi baik-baik saja,” tuturnya.
Sementara itu, pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang belum memuaskan.
“Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujarnya.
Ia menilai belum semua pemain mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan, meski perbaikan di berbagai aspek permainan telah dilakukan.
“Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara,” jelasnya.