Ia menambahkan bahwa berbagai persyaratan serta beban masa lalu turut menjadi faktor yang memberatkan kondisi perusahaan.
“Mendapatkan sponsor sendiri itu prosesnya tidak gampang, ada beberapa hal yang harus dilengkapi dan disiapkan dan juga beban-beban di masa lalu itu memberatkan perusahaan,” kata Moulevey.
Di sisi teknis, upaya pembenahan sebenarnya telah dilakukan melalui evaluasi terhadap pemain, pelatih, hingga pergantian di sejumlah posisi. Langkah tersebut diharapkan mampu membawa tim keluar dari zona degradasi.
“Untuk hal pemain, pelatih dan lain sebagainya itu sudah dilakukan evaluasi dan juga pergantian dengan harapan bisa berbenah dan keluar dari zona degradasi. Ini merupakan bukti keseriusan kami, kami pun mengusulkan agar tim ini mempunyai Direktur Teknik berkualitas supaya mampu untuk bersaing dengan tim-tim yang lain. Akan tetapi hasilnya masih belum sesuai juga dengan harapan," katanya.
Namun, realitas di lapangan belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Kekalahan demi kekalahan masih terus terjadi, termasuk saat menghadapi Madura United FC pada pekan ke-30.
Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026), Semen Padang harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 0-1. Gol tunggal dicetak oleh Jose Brandao Junior pada menit ke-15 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan.
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif menjadi lima kekalahan beruntun. Hingga pekan ke-30, Semen Padang FC baru mengoleksi 20 poin dan masih tertahan di peringkat ke-17. Mereka tertinggal dari Persis Solo di posisi ke-16 dengan 27 poin, sementara Madura United berada di peringkat ke-15 dengan 29 poin.
Kondisi ini diakui pria yang akrab disapa Levi itu sebagai situasi yang menyakitkan, tidak hanya bagi suporter, tetapi juga dirinya secara pribadi.