budaya

Benang Merah Budaya Minangkabau dan Kampar: Dari Aliran Sungai hingga Matrilineal

Rabu, 29 April 2026 | 10:00 WIB
Seminar Nasional yang digelar Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) di Aula Fakultas Ilmu Sosial, Sabtu (25/4/2026). (Foto: UNP)




Selain itu, filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah juga masih menjadi pedoman utama dalam kehidupan sosial.





Syofian juga menambahkan bahwa secara historis, Kampar pernah menjadi bagian dari wilayah administrasi Residen Sumatra Barat pada masa kolonial Belanda. Hal ini semakin memperkuat keterkaitan antara kedua wilayah tersebut.





Seminar ini sendiri merupakan tindak lanjut dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau yang dilaksanakan di Desa Pulau Gadang pada 16-18 Januari 2026.





Kepala Departemen Sejarah, Dr. Aisiah, M.Pd., menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap objek kajian yang telah mereka teliti di lapangan.





“Seminar ini merupakan tindak lanjut dari KKL yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatangan implementasi kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan Pemerintah Desa Pulau Gadang,” ujarnya.





Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian lebih lanjut, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian nilai kearifan lokal.





Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIS UNP, Dr. Hasrul Piliang, M.Si., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi adat.


Halaman:

Tags

Terkini