“Kolaborasi ini penting untuk memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya mantan Rektor UIN Susqa Prof. Dr. H. Munzir Hutami, Dr. Khairil Ilyas, serta budayawan Kampar Drs. Latif Khasim.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait pola migrasi, kesamaan dialek, hingga struktur adat di Kampar.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNP menunjukkan upaya konkret dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman lapangan.
Seminar ini sekaligus mempertegas bahwa hubungan Kampar dan Minangkabau bukan sekadar catatan sejarah, melainkan realitas budaya yang masih hidup hingga kini. (*)