Sumbardaily.com - Ikatan budaya antara Kampar dan Minangkabau disebut tetap kokoh meski mengalami berbagai perubahan, mulai dari sistem kepemimpinan hingga dampak pembangunan wilayah.
Keterkaitan ini terungkap dalam Seminar Nasional yang digelar Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) di Aula Fakultas Ilmu Sosial, Sabtu (25/4/2026).
Dalam forum ilmiah tersebut, para narasumber mengungkap bahwa hubungan Kampar dan Minangkabau tidak hanya bersifat historis, tetapi juga hidup dalam praktik sosial masyarakat hingga saat ini.
Identitas budaya yang sama dinilai tetap bertahan meskipun terjadi perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan dan kondisi geografis.
Dosen sejarah UNP, Dr. Rusdi, M.Hum., menjelaskan adanya pergeseran dalam sistem kepemimpinan di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Menurutnya, kepemimpinan yang sebelumnya bersifat otonom kini berubah menjadi lebih kolaboratif dengan sistem pemerintahan desa formal.
“Meski kepala desa dipilih secara demokratis, legitimasinya tetap memerlukan pengukuhan dari pemimpin adat,” ujar Rusdi, dilansir laman resmi UNP, Rabu (29/4/2026).