Di tengah arus globalisasi yang sering menempatkan bahasa-bahasa besar seperti Inggris atau Mandarin di garis depan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mampu sejajar dengan bahasa internasional lainnya.
Kemenbud berharap momen ini sebagai titik balik bagi pemajuan kebudayaan nasional. Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum-forum global, menurut Restu, merupakan langkah nyata diplomasi budaya yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan internasional.
“Ini bukan hanya soal bahasa, tetapi tentang identitas, kebanggaan, dan pengakuan dunia terhadap warisan budaya kita,” tutup Restu. (adl)