Ia menegaskan bahwa Serak Gulo bukan sekadar tradisi, melainkan bukti nyata keharmonisan multietnis di Kota Padang.
"Tradisi ini dipelihara dari generasi ke generasi. Kami telah mengusulkan Serak Gulo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke pemerintah pusat, dan alhamdulillah disetujui," ungkap Andree dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Andree menekankan bahwa tradisi ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat sosial kohesi masyarakat.
"Ini menjadi sarana mempererat keakraban dan kebersamaan di antara warga. Kita bisa melihat semua warga Padang berkumpul dan berbaur di sini," tambahnya.
Lebih lanjut Ia menyatakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang komitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Serak Gulo. Bahkan, tradisi ini telah dimasukkan ke dalam kalender wisata daerah dengan proyeksi pengembangan di masa mendatang.
Serak Gulo bukan sekadar tradisi, melainkan living history yang menggambarkan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat Padang. Melalui tradisi ini, ikatan sosial antarwarga terus dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi. (red)