Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengaruh algoritma media sosial, maraknya misinformasi dan hoaks, serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi tantangan bagi insan pers.
Kondisi tersebut menuntut jurnalis untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, organisasi profesi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas pemberitaan. Independensi, profesionalisme, dan akurasi menjadi prinsip penting agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Bagi IJTI Sumbar, tantangan tersebut menjadi salah satu alasan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya. Kepengurusan baru diharapkan mampu mendorong peningkatan keterampilan jurnalistik, memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis, dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat," katanya.
Pria yang akrab disapa Kak Yud itu menegaskan, keberhasilan Musda tidak semata-mata ditentukan oleh terpilihnya ketua dan jajaran pengurus baru, tetapi juga oleh kemampuan organisasi menghasilkan program yang relevan dengan tantangan profesi dan kebutuhan masyarakat.
"Hasil Musda tidak hanya diukur dari terpilihnya ketua dan jajaran pengurus baru, tetapi juga dari kemampuan organisasi menyusun program yang relevan dengan persoalan jurnalisme dan kebutuhan masyarakat," kata jurnalis tvOne tersebut.
Sekretaris Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Dasril Reta Hadisuri, mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri Ketua IJTI Pusat Herik Kurniawan bersama sejumlah pengurus pusat. Koordinator Wilayah (Korwil) IJTI Sumatera yang dipimpin Gusti Yennosa juga dijadwalkan hadir.