Menurut Wahyudi, salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Musda V adalah penyusunan strategi kolaboratif untuk memperkuat produksi konten dan dokumenter pasca bencana.
Konten tersebut diharapkan memiliki visual yang kuat, bersifat edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Melalui pendekatan audiovisual, pemberitaan mengenai bencana diharapkan tidak hanya hadir ketika peristiwa terjadi.
Dokumentasi pasca bencana juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai risiko, dampak kejadian, dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman berikutnya.
Strategi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat Sumatera Barat terhadap ancaman krisis iklim dan bencana hidrometeorologi.
"Penyajian dokumentasi pasca bencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan," katanya.
Tantangan Jurnalisme di Era AI dan Hoaks
Upaya memperkuat jurnalisme kebencanaan berlangsung di tengah perubahan lanskap media yang semakin dinamis.