Penanganan secara khusus juga dilakukan di lahan gambut. Pendinginan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi api yang masih berada di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali menyala meskipun api di permukaan telah dipadamkan.
Kemenhut turut mendukung Operasi Modifikasi Cuaca melalui metode cloud seeding dan penggunaan dry ice. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan.
Dukungan modifikasi cuaca tersebut berjalan beriringan dengan upaya pemadaman sumber api di darat. Dengan demikian, penanganan dilakukan melalui kombinasi operasi lapangan dan langkah pendukung sesuai kondisi yang dihadapi.
Sebanyak 290 Satwa Liar Ditangani
Dampak karhutla juga menjadi perhatian Kemenhut karena kebakaran berpotensi mengancam habitat dan keselamatan satwa liar. Berdasarkan rekap nasional Kemenhut dengan pembaruan hingga 8 Oktober 2026, tercatat sebanyak 290 individu satwa liar telah ditangani.
Jumlah tersebut mencakup 96 orangutan dan 78 bekantan. Data penanganan meliputi satwa yang masih hidup maupun satwa yang ditemukan dalam kondisi mati.
Petugas bersama dokter hewan dan mitra konservasi terus melakukan pemantauan habitat serta penanganan satwa dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing individu.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan evakuasi satwa secara mandiri apabila menemukan satwa liar yang terdampak kebakaran. Pelaporan harus segera disampaikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau petugas taman nasional agar penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung keselamatan masyarakat sekaligus memastikan satwa memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.